jump to navigation

Hukum Shalat Raghaib/Shalat Rajab April 21, 2014

Posted by haniki in ilmu.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Di antara kebiasaan sebagian orang di bulan Rajab adalah melakukan shalat raghaib yaitu shalat sunnah pada malam jumat pertama di bulan rajab, tepatnya antara shalat maghrib dan isya’ dengan didahului puasa hari kamis.

Shalat ini sebanyak dua belas rakaat, pada setiap rakaat membaca surat al Fatihah sekali, surat al Qadr tiga kali dan surat al Ikhlas dua belas kali… dan seterusnya.

Dasar shalat di atas berdasarkan pada suatu riwayat yang dibawakan al Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin 1/460-462 cetakan Darul Fikr dan beliau menamainya shalat rajab seraya berkata ini adalah shalat yang disunnahkan.

Berikut hadits yang dianggap sebagai dasar pelaksanaan shalat raghaib dan penjelasan tentag hukumnya.

Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya tidaklah ada seorang hamba laki-laki maupun perempuan yang melaksanakan shalat ini (shalat raghaib) melainkan diampuni seluruh dosanya, hingga semisal buih di lautan dan sejumlah dedaunan pohon.
Mampu mensyafaati tujuh ratus keluarganya, apabila awal malam di quburnya mendatanginya pahala shalat ini (shalat raghaib).
Maka mendatanginya dengan wajah berseri dan lisan yang manis.
Lalu berkata kepada orang itu : “Wahai kekasihku bergembiralah kau telah selamat dari mara bahaya yang besar.”
Orang itu menjawab : “Siapa anda? Demi Allah aku tidak melihat wajah sebagus wajahmu, ucapan seindah ucapanmu, dan aroma sewangi aromamu.”
Jawabnya : “Wahai kekasihku aku adalah pahala shalatmu yang kau lakukan pada malam itu (malam bulan rajab) pada bulan itu (rajab), aku datang di malam ini untuk memenuhi hakmu, menemani kesendirianmu, dan mengangkat kesepianmu, dan apabila sangkakala ditiup aku akan menaungi pada hari kiamat di atas kepalamu, maka bersenang hatilah tidak sekali-kali kau kehilangan kebaikan dari Rabbmu selama-lamanya.”

Berkata penulis Rahimahullah : “Lafadz hadits ini milik Muhammad bin Nashir.

HADITS INI PALSU, didustakan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Telah menuduhnya Ibnu Jahdham dan dia dinisbahkan dengan kedustaan. Aku mendengar guru kami Abdul Wahhab Al Hafidz : “Para perawi hadits ini tidak dikenal.”

Aku telah memeriksa mereka di seluruh kitab-kitab, tidak aku dapati satupun biodatanya.

Oleh : Ustadz Abul Hasan Al Wonogiry

Disadur dari kitab TABYIINUL AJAB, Al Imam Al Hafidz Al Muhaddits Al Faqih Abil Fadl Ahmad Ali bin Hajar Al Asqalaniy

Sumber : WA Forum Berbagi Faidah

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: