jump to navigation

Apakah Disyariatkan Jima’ di Malam Jumat? April 11, 2014

Posted by haniki in ilmu.
Tags: , , , , , ,
trackback

Dari Aus bin Aus Radhiallaahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan istri (menyebabkan istri mandi karena menyetubuhinya), lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR Tirmidzi no. 496. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Ada ulama yang menafsirkan maksud hadits penyebutan mandi adalah “ghosal” bermakna mencuci kepala sedangkan “ightasal” berarti mencuci anggota badan lainnya. Demikian disebutkan di dalam Kitab Tuhfatul Ahwadzi 3.3. Ada tafsiran lain mengenai makna mandi dalam hadits di atas. Sebagaimana kata Ibnul Qayyim di dalam Kitab Zaadul Ma’ad, “Imam Ahmad berkata, makna ghossala adalah menyetubuhi istri. Demikian pula yang ditafsirkan oleh Waki’.” Dan tafsiran di atas disebutkan pula di dalam Tuhfatul Ahwadzi 3.3. Dan sudah tentu hubungan intim menjadikan seseorang wajib untuk mandi junub.

Namun kalau kita lihat tekstual hadits di atas, yang dimaksud hubungan intim di sini adalah pada pagi hari pada hari Jumat, bukan pada malam harinya. Sebagaimana hal ini dipahami oleh para ulama dan mereka (para ulama) tidak memahaminya pada malam Jumat.

Imam As Suyuthi dalam Tanwirul Hawalik, menguatkan hadits tersebut dan berkata, “Apakah kalian lemas (karena) menyetubuhi istri kalian pada setiap Jumat (artinya bukan di malam hari, -pen). Karena menyetubuhi saat itu mendapat dua pahala : (1) pahala mandi Jumat, (2) pahala menyebabkan istri mandi (karena disetubuhi)”.

Hadits yang dimaksud dikeluarkan oleh Imam Al Baihaqi dalam Kitab Syu’abul Iman dari hadits Abu Hurairah. Dan tentunya sah-sah saja jika mandi Jumat digabungkan dengan mandi junub.

Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Jika seseorang meniatkan mandi junub dan mandi Jumat sekaligus, maka maksud tersebut dibolehkan.” (Silakan periksa Al Majmu’, 1:326)

Intinya, bersetubuh pada malam Jumat adalah pemahaman keliru yang tersebar di masyarakat. Yang tepat dan yang dianjurkan adalah hubungan intim pada pagi hari ketika mau berangka Jumatan, dan bukan di malam hari. Tentang anjurannya pun masih diperselisihkan oleh para ulama karena tafsiran yang berbeda dari mereka.

Semoga kita selalu mendapatkan taufiq dari Allah Ta’ala agar senantiasa kokoh di atas Sunnah. Dan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Catatan : bagi yang ingin bergabung dengan BB Da’wah Ahlussunnah silakan invite 25B9D8E2

Sumber : Pesan ini disebarluaskan oleh BB Da’wah Ahlussunnah

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: