jump to navigation

Tafsir Ayat Poligami November 7, 2009

Posted by haniki in ilmu.
Tags: , , ,
trackback

Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah Ta’ala

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah ditanya:”Ayat tentang pologami dalam Al-Qur’an berbunyi:

{ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً } (3) سورة النساء

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja…” (QS. AN-Nisa’: 3).

Dan dalam ayat lain Allah Azza wa Jalla berfirman:

{وَلَن تَسْتَطِيعُواْ أَن تَعْدِلُواْ بَيْنَ النِّسَاء وَلَوْ حَرَصْتُمْ } (129) سورة النساء

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” (QS. An-Nisa’: 129).

Dalam ayat yang pertama disyaratkan adil tetapi dalam ayat yang kedua ditegaskan bahwa untuk bersikap adil itu tidak mungkin. Apakah ayat yang pertama dinasakh (=dihapus hukumnya) oleh ayat yang kedua yang berarti tidak boleh menikah kecuali hanya satu saja, sebab sikap adil tidak mungkin diwujudkan?

Jawab: Dalam dua ayat tersebut tidak ada pertentangan dan ayat yang pertama tidak dinasakh oleh ayat yang kedua, akan tetapi yang dituntut dari sikap adil di dalam membagi giliran dan nafkah. Adapun dikap adil dalam kasih sayang dan kecenderungan hati kepada istri itu diluar kemampuan manusia, inilah yang dimaksud dalam firman Allah Azza wa Jalla:

{وَلَن تَسْتَطِيعُواْ أَن تَعْدِلُواْ بَيْنَ النِّسَاء وَلَوْ حَرَصْتُمْ } (129) سورة النساء

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” (QS. An-Nisa’: 129).

Oleh sebab itu ada sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah membagi giliran di antara para istri secara adil, lalu dia mengadu kepada Allah Azza wa Jalla dalam do’anya:

اللهم هذا قسمي فيما أملك, فلا تلمني فيما تملك ولا أملك (رواه أبو داود, الترمذي)

“Ya Allah, inilah pembagian giliran yang mampu aku penuhi dan janganlah Engkau mencela apa yang tidak mampu aku lakukan” (HR. Abu Dawud; At-Tirmidzi; An-Nasa’I; Ibn Majah dll).

Sumber: Fatawal Mar’ah; 2/62.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: