jump to navigation

Membersihkan Stoples Kue October 8, 2009

Posted by haniki in ilmu.
Tags: , , , , ,
trackback
GB

Jakarta – Lebaran sudah usai, kue-kue kering di dalam stoples juga sudah habis. Kini saatnya membersihkan stoples agar tetap awet dan bisa dipakai lagi. Apa yang harus diperhatikan saat membersihkan stoples? Bagaimana caranya agar tutup stoples tetap awet dan tak mudah rusak atau berkarat? Simak info singkatnya di sini!

Jenis Bahan:
Stoples kue sangat banyak ragam bahannya, ada yang terbuat dari kaca atau gelas, plastik, keramik, kaleng dan akrilik. Sebaiknya satukan stoples yang jenis bahannya sama agar mudah dibersihkan dan disimpan kembali. Tiap bahan punya cara membersihkan dan merawat yang berbeda.

Kaca dan Keramik: Stoples dari kedua bahan ini hampir sama cara merawatnya. Untuk stoples kaca dan keramik, lepaskan dulu tutupnya lalu cuci stoples dengan air sabun hangat agar bekas lemak kue kering bersih. Tiriskan dan lap hingga kering. Khusus untuk mencuci tutup stoples perhatikan jika terdapat karet penguat, lepaskan dulu karetnya, baru cuci tutupnya. Lap hingga kering benar. Setelah ini, bungkus stoples keramik dengan kertas kering agar tidak mudah kusam saat disimpan. Untuk tutupnya, sebaiknya bungkus dengan kertas atau plastik agar tidak mudah berkarat (untuk yang terbuat dari besi).

Plastik dan akrilik : Kedua bahan ini tahan pecah tetapi mudah tergores dan menyimpan bau. Karena itu rendam stoples dengan air panas dengan sedikit sabun beberapa saat agar semua lapisan lemak bisa larut bersama aroma yang melekat pada platik dan akrilik. Bilas air bersih lalu keringkan.

Kaleng: Bahan kaleng mudah sekali berkarat karena itu setelah dicuci dengan air sabun hangat dan dibilas sebaiknya jemur stoples hingga kering benar. Alasi tutupnya dengan sepotong kertas sepotong kertas agar tidak mudah terbentuk karat.

Tempat kering:
Agar stoples tidak berkarat atau kusam saat disimpan, pastikan leamri penyimpannya benar-benar kering. Jangan memberi kamper di dalam lemari penyimpan karena aroma kamper akan melekat kuat pada stoples dan meninggalkan aroma wangi yang kurang enak.

Sumber:
http://food.detik.com

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: