jump to navigation

Berhukum Kepada Selain Syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala (2) September 25, 2009

Posted by haniki in ilmu.
Tags: , , , , , ,
trackback

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Pertanyaan :
Apakah para penguasa yang berhukum kepada selain hukum Allah subhanahu wata’ala dianggap kafir? Bila kita mengatakan, “Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang Islam”, bagaimana pula kita mengomentari firman Allah subhanahu wata’ala, ”Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al Maidah: 44)?

Jawaban :
Vonis terhadap para penguasa yang tidak berhukum kepada hukum Allah subhanahu wata’ala ada beberapa macam dan berbeda-beda sesuai dengan keyakinan dan perbuatan-perbuatan mereka. Siapa saja yang berhukum kepada selain hukum Allah subhanahu wata’ala dan berpendapat bahwa hal itu lebih baik dari syariat Allah subhanahu wata’ala, maka dia kafir menurut pandangan seluruh kaum muslimin, demikian pula (hukum) terhadap orang yang berhukum kepada undang-undang buatan manusia sebagai pengganti syariat Allah subhanahu wata’ala dan berpendapat bahwa hal itu adalah boleh.

Andaikata dia berkata, ”Sesungguhnya berhukum kepada syariat adalah lebih afdhal (utama).” maka dia juga telah kafir karena telah menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Sedangkan orang yang berhukum kepada selain hukum Allah subhanahu wata’ala karena mengikuti hawa nafsu, disuap, adanya permusuhan antara dirinya dengan orang yang dihukum atau karena sebab-sebab lainnya sedangkan dia mengetahui bahwa dengan begitu, dia telah berbuat maksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, maka dia dianggap sebagai orang yang berbuat maksiat dan pelaku dosa-dosa besar serta telah melakukan kekufuran yang kecil, kezaliman yang kecil, dan kefasikan yang kecil, sebagaimana makna yang ditafsirkan oleh hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhu, Thawus rahimahullah, serta beberapa lagi dari ulama As Salaf Ash Shalih dan ini adalah pendapat yang dikenal di kalangan para ulama. Wallahu Waliy at Taufiq.

Sumber: Majalah Ad Da’wah, Vol. 963, th. 1405 H.
(Dinukil untuk blog http://ulamasunnah.wordpress.com dari Fatwa-fatwa Ulama Kontemporer Bagian 2, Pustaka Al Qabail)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: