jump to navigation

Berhukum Kepada Selain Syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala (1) September 25, 2009

Posted by haniki in ilmu.
Tags: , , , , , ,
trackback

Oleh: Al Lajnah Ad Daimah (Komite Tetap Fatwa Kerajaan Arab Saudi)

Pertanyaan:
Orang (muslim) yang tidak berhukum kepada hukum Allah subhanahu wata’ala; apakah dia tetap muslim ataukah telah menjadi kafir dengan kekufuran yang amat besar; dan apakah semua amalannya diterima?

Jawaban :
Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala semata; dan shalawat serta salam semoga terrcurahkan kepada Rasul-Nya, keluarga besarnya, dan seluruh para sahabatnya, wa ba’du.

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

”Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al Maidah: 44)

Juga firman-Nya,

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

”Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (Al Maidah: 45)

Serta firman-Nya,

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

”Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al Maidah: 47)

Akan tetapi, jika orang tersebut telah menghalalkan dan meyakini kebolehannya, maka ini adalah kekufuran, kezaliman, serta kefasikan yang amat besar yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Sedangkan orang yang melakukan hal itu karena suap atau ada tujuan lain, sementara dia meyakini keharamannya, maka dia telah berdosa dan dianggap sebagai orang kafir dengan kekufuran yang kecil, orang yang zalim dengan kezaliman yang kecil, serta orang fasik dengan kefasikan yang kecil, dan tidak mengeluarkan pelakunya dari agama ini sebagaimana telah dijelaskan oleh para ulama di dalam tafsir mereka terhadap ayat-ayat tersebut.

Wa billahi at Taufik. Wa shalallahu ’ala Nabiyyina Muhammad Wa ‘ala aalihi wa Shahbihi wa sallam.

Sumber: Fatwa Al Lajnah Ad Daimah: 540.
(Dinukil untuk blog http://ulamasunnah.wordpress.com dari Fatwa-fatwa Ulama Kontemporer Bagian 2, Pustaka Al Qabail)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: