jump to navigation

Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) September 9, 2009

Posted by haniki in ilmu.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

“Para ibu hendaknya menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah adalah memberi makan dan pakaian pada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.  Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya dan ahli warispun berkewajiban demikian.  Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al Baqarah : 233)

Mungkin sebagian dari kita (wanita khususnya) sudah tidak asing lagi dengan istilah Inisiasi Menyusu Dini alias IMD. Apalagi bagi wanita hamil yang tengah mempersiapkan kelahiran si kecil.. tentu dokter maupun bidan tenggah menjelaskan apa itu IMD dan seberapa penting untuk dilakukan.

Ada baiknya kita (kaum wanita yang tengah bersiap menjadi ibu dan akan menjadi ibu pada nantinya) mengetahui apa itu IMD dan apa saja manfaatnya.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Breast Crawl merupakan suatu tindakan yang dilakukan manakala bayi yang lahir langsung mendapatkan ASI eksklusif yang memiliki kadar kolostrum tinggi (pada 1 jam pertama kelahiran) dengan cara meletakan bayi pada dada si ibu dan membiarkan bayi tersebut untuk menemukan puting payudara si ibu.

Pada dasarnya, seorang bayi yang normal memiliki refleks fisiologis (refleks yang normal ada pada bayi) yakni refleks menghisap. Dengan membiarkan si bayi menemukan puting payudara si ibu, maka secara langsung refleks fisiologis menghisap puting payudara ibu itu akan muncul. Hisapan pertama bayi akan memacu pengeluaran hormon prolaktin yang nantinya akan mengeluarkan air susu ibu yang mana pada awal kelahiran memiliki kandungan kolostrum yang cukup tinggi.

Kolostrum disekresi dari hari pertama sampai hari ke-3. Komposisi dari kolostrum dari hari ke hari selalu berubah. Kolostrum sendiri memiliki kandungan protein, antibodi, mineral (terutama natrium, kalium, dan klorida), dan vitamin yang larut dalam lemak yang sangat penting bagi bayi. Adapun volume kolostrum pada ASI berkisar 150-300 mL / 24 jam.

Beberapa manfaat dari dilakukannya IMD antara lain,

Memberi kehangatan

Bayi baru lahir yang langsung ditempelkan pada kulit ibunya memiliki temperatur tubuh yang lebih stabil daripada bayi baru lahir yang langsung dibungkus kain. Tubuh ibu merupakan sumber kehangatan terbaik bagi bayi yang baru lahir. Ini juga berarti, dengan IMD risiko hipotermia (penurunan suhu badan) pada bayi baru lahir yang dapat menimbulkan kematian bisa dikurangi.

Memberi kenyamanan

Penelitian membuktikan, bayi baru lahir yang langsung diletakkan di dada ibu menangis lebih singkat ketimbang bayi baru lahir yang langsung dibungkus kain dan diletakkan di sisi ibunya selama 90 menit. Bayi yang berada di dada ibu merasa nyaman karena masih merasakan suasana rahim.

Adaptasi metabolis

Penelitian juga membuktikan, bayi yang berada dalam posisi breast crawl memiliki tingkat gula darah lebih baik ketimbang bayi baru lahir yang langsung dipisahkan dari ibunya dan dibungkus kain.

Melatih posisi mulut bayi saat menyusu

Dari 17 bayi baru lahir yang melakukan IMD, 16 di antaranya mampu langsung menyusu dengan posisi mulut yang benar. Ini akan mengurangi kesulitan posisi menyusu yang sering dikeluhkan para ibu baru.

Membantu pelepasan plasenta dan mengurangi pendarahan

Proses menyusu yang dilakukan bayi mungil menghasilkan hormon oksitosin yang mengalir dari kelenjar susu ke aliran darah ibu. Hormon ini membantu proses kontraksi rahim setelah persalinan guna mengeluarkan plasenta dan menutup pembuluh-pembuluh darah di dalam rahim. Hasilnya, pendarahan pasca melahirkan dapat dikurangi. Ini berarti mencegah anemia yang sering diderita para ibu.

Dengan melihat sekilas mengenai berbagi manfaat IMD bagi ibu dan bayi.. maka sudah selayaknya kita para calon ibu tidak perlu berfikri ulang…”susu apa yang terbaik bagi anak-anak kita kelak?”

Ya… cukup ASI jawabnya.

Sumber:
http://kholilahpunya.wordpress.com/2009/09/07/521/

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: