jump to navigation

Nasehat Berkenaan dengan Gempa September 4, 2009

Posted by haniki in ilmu.
Tags: , , ,
trackback

Penulis: Syaikh Bin Baz Rahimahullah

Segala puji hanya milik Allah , Shalawat dan Salam tetap terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, shahabat-shahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du.

Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui akan semua perkara yang telah Ia tetapkan dan takdirkan. Sebagaimana pula Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui akan segala yang telah Ia syari’atkan kepada para hamba-Nya dan apa-apa yang telah Ia perintahkan kapada mereka.

Dan Allah menciptakan segala sesuatu yang Ia kehendaki dari tanda-tanda kekuasaan-Nya -di antaranya, dengan terjadinya gempa bumi dan bencana lainnya-. Allah mentakdirkan terjadinya gempa bumi serta bencana lainnya dalam rangka menakut-nakuti hamba-hamba-NYA, dalam rangka memperingatkan mereka atas apa-apa yang telah Ia wajibkan kepada mereka dari hak-hak-Nya -yang kebanyakan mereka tidak menunaikannya-, dalam rangka memperingatkan mereka dari perbuatan syirik kepada Allah -yang banyak mereka lakukan-, dan sebagai peringatan dari perbuatan menyelisihi perintah-Nya.

Demikian pula Allah takdirkan terjadinya gempa bumi dan berbagai macam musibah/bencana lainnya dalam rangka memperingatkan hamba-hamba-Nya, karena mereka terus menerus menjalankan hal-hal yang dilarang oleh Nya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan tidaklah Kami mengirimkan tanda-tanda itu kecuali dalam rangka untuk menakut-nakuti.” (QS. Al Isra: 60)

Dan firman Allah:
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami dari segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. Sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an adalah haq. Dan apakah Rabb mu tidak cukup bagi kamu, bahwasanya Dia menyaksikan segala sesuatu ?” (QS. Fushilat: 53).

Dan firman Allah Ta’ala:
“Katakanlah Dia lah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian, atau dari bawah kaki-kaki kalian, atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan dan menjadikan sebagian kalian merasakan keganasan sebagian yang lain.” (QS. Al An’am: 65)

Al Imam Bukhari telah meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Jabir bin ‘Abdillah, dari Nabi, bahwasanya beliau telah berkata, “Ketika turun firman Allah Ta’ala (Katakanlah : Dia-lah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian.), berkata Rasulullah, “(Ya Allah), aku berlindung dengan wajah-Mu.”
Abu Syaikh Al Ashbahany telah meriwatkan dari Mujahid tentang tafsir ayat ini (yakni ayat: Katakanlah : Dia-lah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian dari atas kalian…). Berkata Mujahid,” Dikirimkan kepada kalian suara yang mengguntur/menggelegar, batu-batu, dan angin.” (Kemudian ayat: …,atau adzab dari bawah kaki-kaki kalian…), berkata Mujahid, “(terjadinya) Gempa bumi dan musibah tenggelam.”

Dan merupakan suatu hal yang tidak diragukan lagi, bahwasanya semua yang diakibatkan dari terjadinya gempa-gempa bumi pada akhir-akhir ini -di banyak tempat/penjuru- merupakan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, yang dengan tanda-tanda tersebut Allah hendak menakut-nakuti hamba-hamba-Nya.
Dan semua yang terjadi sebagai akibat dari terjadinya gempa-gempa bumi atau bencana lainnya -yang semua itu mengakibatlan kemudharatan bagi hamba-hamba Allah dan menyebabkan berbagai macam kemelaratan, kesakitan, kematian, dan penderitaan bagi mereka -disebabkan perbuatan syirik dan maksiat yang mereka lakukan.

Hal ini sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:
“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian , maka itu disebabkan perbuatan tangan-tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Dan firman Allah:
“Kebaikan/nikmat apa saja yang kamu peroleh, maka itu semua datangnya dari Allah. Dan kejelekan/musibah apa saja yang menimpamu, maka itu semua dari (kesalahan/dosa) dirimu sendiri.” (QS. An-Nisa: 79)

Dan firman Allah:
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami adzab disebabkan dosanya. Maka di antara mereka ada yang Kami timpakan hujan batu kepada nya, di antara mereka ada yang Kami siksa deangan suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah tidaklah sekali-kali hendak menganiaya mereka , akan tetapi merekalah yang menganiaya diri-diri mereka sendiri”. (QS. Al Ankabut:40)

Maka merupakan kewajiban atas semua orang yang telah Allah bebankan syari’at (mukallaf) -dari kalangan kaum muslimin- untuk segera bertaubat kepada Allah dan berpegang teguh dengan agamanya. Dan wajib bagi mereka untuk memperingatkan/menjauhi/meninggalkan dari setiap yang dilarang oleh Allah, berupa perbuatan syirik dan perbuatan maksiat. Sehingga dengan itu semua akan mendatangkan keberuntungan bagi mereka dan keselamatan dari berbagai macam keburukan/bencana di dunia dan akhirat.

Dan sehingga dengan sebab itu pula Allah akan mengangkat atau menghilangkan semua musibah dan bencana dari mereka serta memberikan karunia kapada mereka dengan berbagai kebaikan/nikmat. Hal ini sebagaimana firman Allah:
“Kalau sekiranya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertakwa, Kami pasti membukakan/melimpahkan kepada mereka barakah-barakah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan yang mereka lakukan.” (QS. Al A’raf: 96)

Dan firman Allah:
“Kalau sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan hukum Taurat dan Injil (sebelum datangnya Al Quran –red.) serta menjalankan apa-apa yang telah diturunkan kepada mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki-kaki mereka.” (QS. Al Maidah :66)

Dan firman Allah:
“Maka apakah penduduk suatu negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami kepada mereka di malam hari, di waktu mereka sedang tidur ? Atau apakah penduduk suatu negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami kepada mereka di waktu dhuha, yang ketika itu mereka sedang bermain ? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab/siksaan Allah (yang datangnya tidak terduga-duga)? Maka tidaklah ada yang merasa aman dari adzab/siksaan Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf : 97-99)

Dan telah berkata Al ‘Allamah Ibnul Qoyyim , “Terkadang pada sebagian waktu Allah mengijinkan bagi bumi untuk bernafas. Maka terjadilah di atas muka bumi itu gempa yang dahsyat. Kemudian gempa tersebut menyebabkan terjadinya kekhawatiran dan ketakutan yang besar pada hamba-hamba Allah, sehingga mereka (karena sebab terjadinya gempa tersebut) kembali ke jalan Allah, meninggalkan perbuatan maksiat, tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah, serta menyesal (atas semua dosa yang telah dilakukan).”

Dan atsar/riwayat tentang pembahasan ini -dari para Salaf- banyak sekali. Maka merupakan kewajiban -yang harus dilakukan ketika terjadinya gempa bumi dan bencana-bencana lainnya dari sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, juga ketika terjadi gerhana, badai- untuk segera bertaubat kepada Allah, tunduk menyerahkan diri, dan meminta keselamatan kepada-Nya. Juga dengan memperbanyak dzikir kepada Allah dan memperbanyak istighfar kepada-Nya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah -ketika terjadi gerhana-, “Jika kalian melihat/mengalami yang demikian (gerhana, gempa, dan bencana lainnya), takutlah serta rendahkanlah diri kalian kepada Allah dengan berdzikir kepada-Nya, berdo’a, dan beristighfar kepada-Nya.”

Dan disukai juga ketika terjadinya bencana untuk mengasihi orang-orang faqir dan orang-orang miskin dengan bersedekah kepada mereka. Hal ini berdasarkan sabda Nabi, “Saling mengasihilah di antara kalian, niscaya kalian akan dikasihi. Orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman (Allah). Saling mengasihilah di antara kalian orang-orang di muka bumi ini, niscaya kalian akan dikasihi oleh yang ada di atas langit.”

Dan sabda Nabi, “Siapa yang tidak mengasihi/menyayangi, tidak akan dikasihi (oleh Allah).” Dan telah diriwayatkan dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, bahwasanya beliau dahulu pernah menulis perintah kepada para pembantu-pembantunya -ketika terjadinya gempa bumi- agar mereka bersedekah.

Dan termasuk dari sebab-sebab yang bisa mendatangkan keamanan/ ketentraman dan keselamatan dari segala keburukan, yaitu bersegeranya pihak pemerintah untuk memperhatikan dan membantu orang-orang yang lemah, berpegang teguh dengan Al Haq, berhukum dengan apa-apa yang disyari’atkan Allah, serta senantiasa menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Orang-orang mu’min -yang laki-laki dan perempuan- sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan dengan perkara kebaikan dan melarang dari perbuatan yang munkar. Mereka menegakkan shalat dan menunaikan zakat serta mereka mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah orang-orang yang akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah: 71)

Dan firman Allah:
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Yaitu orang-orang yang apabila Kami teguhkan/kokohkan kedudukan mereka di atas muka bumi, mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan munkar. Dan hanya kepada Allah-lah kembalinya segala perkara.” (QS. Al Haj: 40-41)

Dan firman Allah:
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Dan banyak sekali ayat-ayat yang berkaitan dengan makna ini. Dan Nabi telah bersabda, ”Barang siapa yang meringankan/menanggung hajat (kebutuhan) saudaranya, maka Allah akan menanggung kebutuhannya.” (Muttafaqun alaih).

Dan sabda beliau, “Barang siapa yang menghilangkan kesusahan seorang mu’min dari kesusahan-kesusahan dunia, Allah akan menghilangkan darinya kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memberi kemudahan kepada seorang yang sedang mengalami kesulitan, Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim di dalam kitab Shahihnya) Dan hadits-hadits yang berkaitan dengan makna ini banyak sekali.

Allah-lah dzat tempat untuk meminta, semoga Ia memperbaiki keadaaan kaum muslimin semuanya, memberikan karunia kepada mereka dengan kefaqihan dalam agama-Nya. Memberikan karunia kepada mereka pula dengan keistiqomahan di atas agama-Nya, memberikan karunia-Nya kepada kaum muslimin dengan taubat kepada-Nya dari segala perbuatan dosa-dosa, memperbaiki keadaan pemerintah kaum muslimin semua, serta menolong/menegakkan Al Haq dan menghancurkan kebatilan melalui mereka.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq kepada pemerintah kaum muslimin untuk berhukum dengan syari’at-syari’at-Nya. Dan semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum muslimin dari gelapnya fitnah-fitnah dan penyimpangan-penyimpangan/tipu daya syaithan. Sesungguhnya Allah Maha Penolong -dari perkara yang demikian- lagi Maha Berkuasa atasnya.

Shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, para keluarganya, para shahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Diterjemahkan Oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Kitab Asilah Al Muhimmah
Sumber : Buletin Dakwah Al Atsary, Semarang Edisi 15/1427H

Sumber :
Publikasi Ahlussunnah
http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=375

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: