jump to navigation

Cara Ruqyah yang Benar September 1, 2009

Posted by haniki in ilmu.
Tags: ,
trackback

Oleh: Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali

Pertanyaan:
Yang mulia, guru dan orang tua kami, Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafidzakumullah! Di tengah kami ada seorang peruqyah memerintahkan wanita yang kerasukan agar meletakkan minyak wangi misik di kemaluan, dubur, kedua puting payudara, dan dua bibir.

Dia berpandangan bahwa tata cara ini bisa mencegah dari persetubuhan jin yang sedang merasukinya. Menurutnya, hal ini telah teruji dengan pengalaman. Apakah perbuatannya ini benar? Berilah kami penjelasan, semoga Allah memberkahi anda.

Jawab:
Dengan nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Segala puji bagi Allah, dan semoga shalawat dan salam tercurahkan atas Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan siapa saja yang mengambil hidayah dengan petunjuknya.

Berobat adalah perkara yang disyariatkan dan diperbolehkan. “Tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan Allah menurunkan pula obatnya. Mengetahuinya siapa yang bisa mengetahuinya dan tidak mengetahuinya siapa yang tidak bisa mengetahuinya.”

Ruqyah disyariatkan dengan menggunakan Al Qur`an. Al Qur`an adalah penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Al Qur`an tidak memberi manfaat pada orang-orang yang zhalim melainkan kerugian. Tak ada obat yang lebih ampuh daripada ruqyah dengan menggunakan Al Qur`an dan As Sunnah, tetapi dengan beberapa syarat:

• Keikhlasan peruqyah dan yang diruqyah, semoga Allah memberkahi anda. Selain itu, penyandaran diri yang benar kepada Allah. Bila dua belah pihak ikhlas kepada Allah ‘Azza wa Jalla, niscaya tak ada obat yang lebih ampuh dibanding ruqyah dengan Al Qur`an maupun As Sunnah. Ini perkara yang dikenal di kalangan para ulama, mereka sendiri yang mengatakan dan menukilkannya.

Al ‘ain merupakan perkara yang dikenal. Al ‘ain adalah menimpakan sesuatu melalui proses sorotan mata pelaku. Bisa jadi pelaku Al ‘ain adalah orang yang jahat. Dari sorot kedua matanya yang jahat, bahaya dapat menimpa seorang yang didengki sehingga mencelakainya. Al ’ain itu terjadi namun dengan seizin Allah. Tidak diragukan lagi bahwa Al ‘ain memiliki pengaruh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Al ‘ain adalah benar (adanya).” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sihir adalah perkara nyata, tetapi tidak membahayakan kecuali dengan seizin Allah. Pengobatan yang paling ampuh untuk sihir, Al ‘ain, Al humah (panas yang dahsyat akibat tersengat binatang berbisa, pent.), dan yang serupanya, yaitu ruqyah syar’iyyah dengan menggunakan Al Qur`an dan As Sunnah, jika terpenuhi syarat keikhlasan dan kejujuran. Sebab, bisa saja seorang tidak punya kepercayaan atau malah buruk sangka kepada Allah atau si peruqyah adalah seorang dajjal yang pendusta, sehingga dia tidak mau menggunakan Al Qur`an dan justru bersandar kepada tipu daya-tipu daya lainnya.

Banyak manusia yang suka mengorbitkan diri untuk meruqyah. Dia unjuk diri serta mempublikasikan dan menyebarluaskan berbagai iklan bahwa dirinya adalah peruqyah yang maasyaa Allah (hebat). Perbuatan ini merupakan kelicikan, kedustaan, penonjolan diri, serta perampasan harta manusia tanpa kebenaran. Mereka sedikitpun tidak menguntungkan manusia.

Acapkali, mereka menggunakan tipu daya. Ini merupakan metode yang hampa. Orang ini mengatakan bahwa dirinya didatangi oleh seorang wanita bahkan dua atau tiga orang wanita, lalu dia mengajaknya berbicara dengan tata cara rendahan, (yaitu ucapan), “Oleskan pada kemaluanmu..oleskan pada duburmu…”

Ini adalah orang yang buruk akhlaq lagi rendah. Saya menasehatkannya agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan profesi meruqyah. Ruqyah bisa dilakukan oleh setiap muslim yang ikhlas, jujur, dan dikenal dengan ketakwaan serta keshalihan. Tidak perlu dia mengorbitkan diri dan mengiklankan kepada manusia bahwa dirinya seorang peruqyah, sehingga para lelaki dan wanita berdatangan kepadanya dari berbagai tempat, baik dari jarak jauh maupun dekat. Hal ini sama sekali tidak disyariatkan.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengorbitkan dirinya seperti itu. Dahulu beliau meruqyah dirinya atau orang lain bila manusia membutuhkan. Adapun seorang yang mengorbitkan dan meletakkan dirinya pada posisi ruqyah laksana jabatan berfatwa merupakan kekeliruan, terlebih lagi bila dia bersandar kepada cara-cara yang mengandung petunjuk akan keinginan dan tujuan yang rendah, serta kedunguan.

Wahai saudaraku! Lakukanlah pengobatan dan jangan membebani dirimu.

“Dan tidaklah Aku termasuk orang-orang yang membebani diri.” (Shaad: 86)

Rasulullah sudah memberitakan kepadamu bahwa ruqyah itu adalah dengan Al Qur’an dan As sunnah. Segala urusan berada di tangan Allah ‘Azza wa Jalla. Laksanakanlah sebab yang telah disyariatkan dan jangan engkau berasandar kepada tipu daya-tipu daya, pengalaman-pengalaman yang jelek , dan omong kosong.

• Mengikuti Rasulullah secara benar. Maksudnya, engkau melakukan sebagaimana yang dilakukannya dan jangan engkau mengubah-ubahnya, tidak pada tata cara, bentuk, dan apapun juga. Lakukanlah sebagaimana beliau melakukannnya. Engkau shalat sebagaimana beliau shalat. Engkau haji sebagaimana beliau haji. Engkau mengikutinya dalam segala perkara, dan engkau berbuat sebagaimana beliau memperbuatnya. Adapun mengada-ada dalam bab ini, maksudnya bab ruqyah, dan segala kebutuhan ini, bukanlah perkara diperbolehkan.

Jika engkau meruqyah manusia dengan Al Qur`an maupun As Sunnah tidak memberi manfaat, bisa jadi karena kekurangan yang terjadi pada pihak yang diruqyah atau karena suatu perkara yang memang Allah ta’ala inginkan. Lalu kenapa engkau pergi kepada sarana-sarana lain dan mengada-ada berbagai perkara yang lain pula? Tak ada yang membebanimu (dengan hal itu) melainkan kecintaan kepada harta, ketenaran, dan ucapan kosong.

Aku sendiri tidak meruqyah seorang pun, bahkan aku tidak suka meruqyah karena perbuatan orang-orang yang mengorbitkan diri-diri mereka untuk meruqyah dalam rangka merampas harta manusia, lalu mereka bersandar kepada berbagai cara dan tipu daya yang seperti ini.

• Aku menasehatkan kepada orang ini –jika dia adalah seorang salafy- agar bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, meniggalkan keinginan untuk mencari ketenaran, maupun mengorbitkan diri untuk profesi ruqyah. Hendaklah dia meniggalkan metode tersebut.

Engkau adalah salah satu dari kaum muslimin. Bila ada yang membutuhkanmu, ruqyahlah dia dengan cara yang syar’i, dan itu cukup bagimu. Biarkan arena itu untuk yang selainmu dan janganlah engkau menumpuk-numpuk pekerjaan ruqyah. Sebab, menumpuk-numpuk pekerjaan ruqyah menunjukkan kepada tujuan yang jelek, semoga Allah memberkahi anda.

Di tengah masyarakat tentu ada orang yang lebih baik darimu. Doanya lebih dikabulkan daripada doamu. Lalu kenapa engkau menumpuk-numpuk pekerjaan ini (untuk dirimu) dan bersandar pada cara-cara itu?

Aku menasehatkan orang ini agar bertakwa kepada Allah, mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan jalan Al mukminin. Jangan dia menampilkan diri untuk meruqyah dan membebani diri dalam perkara-perkara itu. Hendaknya, dia memberi kesempatan bagi orang lain. Muslim manapun yang pada dirinya terdapat kebaikan dan takwa, maka dia adalah ruang pengabulan. Jika dia berdoa, niscaya akan dikabulkan. Jika dia membaca Al Qur`an, niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Allah pun akan menyembuhkan penyakit disebabkan dirinya, keikhlasannya, kejujurannya, dan sarana syar’i yang telah ditempuhnya.

Semoga Allah melimpahkan bimbingan-Nya kepada kita semua, yang membawa kepada kecintaan dan keridhaan-Nya. Dan semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam-Nya kepada nabi kita Muhammad dan keluarganya.

(Dinukil untuk Blog Ulamasunnah dari buku Menguak Misteri Ruqyah, karya Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani, Penerbit: Al Husna Jogjakarta)

Sumber:

http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/02/02/bagaimana-cara-meruqyah-yang-benar/

Comments»

1. wahyu - August 18, 2010

assalamualykum, wr, wb.
walaupun ini postingan lama tp ini sangat bermanfaat bagi saya.
sebelumnya saya mohon maaf. saya cuma mau minta informasinya tempat sekaligus contact person untuk Ruqyah di daerah jogya gunung lidul itu dimana yaa..?

mohon ustad dapat membantu saya, karena ada saudara saya yang saat ini membutuhkan Ruqyah.

terima kasih..

2. wahyu - August 18, 2010

assalamualykum, wr, wb.
walaupun ini postingan lama tp ini sangat bermanfaat bagi saya.
sebelumnya saya mohon maaf. saya cuma mau minta informasinya tempat sekaligus contact person untuk Ruqyah di daerah jogya gunung lidul itu dimana yaa..?

mohon ustad dapat membantu saya, karena ada saudara saya yang saat ini membutuhkan Ruqyah.
semoga dapat membantu saudara saya.

terima kasih..

arif aja deh - August 18, 2010

wa ‘alaykumussalaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
alhamdulillaah jika demikian.
‘afwan saya kurang tau tentang informasi itu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: